Rabu, 12 Januari 2011

Hope, Struggle, Triumph Part 3 : In The Same Time

“Our greatest glory is not in never falling but in rising every time we fall.” – Confucius
Saat ada yang datang, selalu ada yang pergi
Saat ada yang naik, selalu ada yang turun
Saat ada yang berhenti, selalu ada yang bergerak
Saat ada yang mundur, selalu ada yang maju
Saat ada yang menjauh, selalu ada yang datang mendekat
Saat ada yang bersedih, selalu ada yang bergembira
Saat ada yang jahat, selalu ada yang baik
Saat ada yang berperang, selalu ada yang berdamai
Saat ada yang jatuh, selalu ada yang bangkit
Saat ada yang memberi, selalu ada yang menerima
Saat ada yang membutuhkan, selalu ada yang kelebihan
Saat ada yang memejamkan mata, selalu ada yang membuka mata
Saat ada yang menangis, selalu ada yang tersenyum
Saat ada yang bercerita, selalu ada yang diam mendengarkan
Saat ada yang cinta, selalu ada yang benci
Saat ada yang ragu, selalu ada yang yakin
Saat ada yang melemah, selalu ada yang menjadi kuat
Saat ada yang gagal, selalu ada yang berhasil
Saat ada yang memikirkan masa lalu, selalu ada yang mulai memikirkan masa depan
Saat pemimpin datang, tak jarang pemberontak datang. Itu tantangan untuk kita, kan?
“Saudara-saudara dan rombongan : Buka mata, Buka mata! Buka otak! Buka
telinga! Perhatikan, perhatikan keadaan! Perhatikan keadaan dan sedapat
mungkin carilah pelajaran dari hal hal ini semuanya, agar supaya saudara
saudara dapat mempergunakan itu dalam pekerjaan raksasa kita membangun
Negara dan Tanah Air!”—
Soekarno.

To Talk Less but (Maybe) Frightening

tentu saja aku bisa melihat perkataanmu bohong atau tidak dan bagaimana cara bicaramu terhadapku tanpa harus melihat jauh di matamu, tapi melihat perilaku dan ekspresimu. atau bahkan hanya dengan melihat cara bicaramu lewat tulisan (entah itu di FB, Twitter, komentar-komentarmu, atau SMS), aku sudah tahu bagaimana perasaanmu sekaligus ekspresimu saat kau menulisnya. tentu saja aku juga bisa membaca ekspresi wajahmu jika aku melihatmu. aku melihat semua orang.

aku tidak semudah itu dibohongi, kau tahu. kau harus pintar-pintar membuat ekspresi bohongmu dengan sempurna dan memikirkan alasan dengan sangat cepat dan juga tepat untuk dapat membohongiku.

Inilah Saya :)

saya mencintai dan berusaha untuk lebih mencintai: Allah SWT karena Ia-lah pedoman saya;
Keluarga saya, karena merekalah pendukung saya;
Teman-teman saya, karena merekalah yang mengembangkan senyum dan meleburkan tawa saya;
Lingkungan, karena ialah yang menopang kehidupan semua umat, tentu saja termasuk saya;
Diri sendiri, karena jika tidak mencintai diri sendiri, bagaimana kita akan bertahan hidup dan melihat dunia di masa depan?
Film, karena film-lah yang menjadi guru saya;
Musik, karena musik-lah yang menenangkan saya dan musik-lah yang selalu mengalun di telinga saya setiap saat;
Masakan ibu saya, karena masakannya yang selalu berhasil membuat saya berenergi untuk menjalani hari;
Hamster-hamster saya, karena merekalah yang selalu mengingatkan saya akan kasih sayang, pengorbanan, kekuatan, dan untuk tidak pernah putus asa;
Ariel dan Soekarno, karena mereka sumber inspirasi saya, mereka orang indonesia paling kharismatik setahu saya selain Iwan Fals;
dan tentu saja INDONESIA, terutama bahasanya dan kebudayaannya karena saya lahir di negeri yang penuh keindahan, keramahan, sekaligus kengerian (mengingat saya juga payah berbahasa inggris).


saya kurang menyukai: yang berbau ALAY SEJATI,termasuk orang-orang yang tidak alay di mata yang lain tapi sungguh 'heboh' di mata saya, karena tidak enak dipandang maupun didengar. dulu saya memang alay, tapi itu dulu waktu saya masih kecil, bodoh, dan penuh ingus.
Orang-orang sekitar saya yang tidak suka berpikir berulang kali sebelum bertindak, karena terkadang tidak cukup hanya berpikir 2 kali.
Terutama orang-orang yang otaknya begitu bersih dan kosong,
Begitu juga pada orang-orang yang sok (karena sombong tidak selalu masuk kategori sok).
Saya juga tidak suka orang-orang yang (merasa) ganteng/cantik di depan semua orang tapi kelakuannya bejat.
Saya tidak suka orang yang menyembunyikan rahasia di depan saya (tentang apapun itu) dengan merespon,"nggak papa." saya lebih suka mereka jujur dan bilang kalau saya tidak perlu tahu soal rahasia itu, karena saya juga tidak selalu peduli, rahasianya toh akan terbongkar sendiri.
Saya membenci semua koruptor yang dilahirkan ke dunia ini.
Saya membenci kepulan asap yang membumbung di udara. karena apapun itu, itu pasti POLUSI.
Dan kurang suka dengan orang yang belum membuka matanya lebar-lebar dan melihat bagaimana kondisi alamnya sekarang.

Tapi tentu saja, saya membenci banyak hal lainnya, dan mencintai berbagai hal lainnya pula :)


Selasa, 11 Januari 2011

Jumat, 31 Desember 2010

Hope, Struggle, Triumph Part 2: True and False

Benar, tahun baru sudah tiba
Benar, semester kedua datang begitu cepat
Benar, kita sudah harus mulai berbenah diri
Benar, kita sudah harus meninggalkan yang tak perlu
Benar, kita harus yakin kita pasti bisa menghadapinya
Salah, kalau kita malah menjadi malas
Salah, kalau kita belum juga memikirkannya
Salah, kalau kita menjadi putus harapan
Salah, kalau kita akan mengecewakan diri sendiri dan orangtua kita
Salah, kalau kita tak mungkin berhasil

“Seribu orang tua hanya dapat bermimpi, satu orang pemuda dapat
mengubah dunia.”
– Soekarno

Selasa, 21 Desember 2010

Cabe Kills

Cabe tu udah kayak nyawaku yang keberapaa gitu. Hidup berasa hampa kalo nggak ada cabe tiap kali makan. Jelas aja kalo aku cinta sama masakan padang yang ngejadiin cabe sebagai bahan makanan pokok kesepuluh. Karena cabe-lah, aku makan 3 kali sehari. Walaupun cuma sama tempe, asal ada sambel juga pasti dibabat habis. Kalo lagi sibuk sendiri di kamar, trus mama ngajakin makan, pasti langsung keluar tiap ngedenger kata ‘sambel’. Tapi kalo sambelnya bukan sambel paporitku, sambel bawang, ya biasanya ngacir lagi ke kamar.

Cabe itu khasiatnya amazing gilak (oke, itu udah mulai berlebihan). Katanya cabe mengandung antioksidan yang berfungsi untuk menjaga tubuh dari serangan radikal bebas, trus mengandung zat anti kanker pula. Apalagi cabe rawit, yang ternyata mengandung vitamin C tinggi dan beta karoten mengalahkan buah-buahan populer seperti mangga, nanas, pepaya, atau semangka. Mineralnya, terutama kalsium dan fosfornya, lebih dahsyat dari ikan segar.

Tapi kok aku rajin banget makan cabe tapi nggak tinggi tinggi yah? Sori, jadi curcol :P

Bagaimana mungkin cabe yang sebegitu luar biasa nikmatnya bisa membunuh?

Oke.

Yang pertama. Cabe itu pedes. Kalo lidah kita udah mulai kebakar, apalagi sampe keringetan nangis kejer ingus meler-meler luar biasa, itu sudah sangat menyiksa. Tapi kenapa, kok ya itu cabe masih teruuusss aja dijejalkan bertubi-tubi ke mulut kita. Emang tubuh udah melakukan aksi protes, tapi otak masih mengizinkan si cabe masuk ke mulut kita.

Yang kedua. Cabe itu harganya sekarang melonjak sangat tinggi. That’s what we call as ‘kills’.

Yang ketiga. Cabe itu meningkatkan nafsu makan seseorang. Karena rajiiinn makan, dia jadi gendut, terus lama-kelamaan kalo dipelihara terus jadi obesitas, dan akhirnya berujung pada kematian. As what i say, it kills.

sebagai bonus: usus buntu menunggu.

Tapi bener, ya, kata Tulis Sutan Sati. Sengsara membawa nikmat. Tapi kalo kenikmatan yang kita terima berlebihan, jadilah nikmat yang membawa sengsara.

P.S. : udah postingan gaje, tata bahasa buruk luar biasa, gaya bahasa pun sungguh mengerikan. Nggak papalah. Sekali-sekali mosting yang beginian. Postingan sampah. Toh masih banyak sampah yang lebih nyampah daripada ini. hahahahahaay

Hope, Struggle, Triumph Part 1: LIFE

Life is an opportunity, benefit from it.
Life is beauty, admire it.
Life is bliss, taste it.
Life is a dream, realize it.
Life is a challenge, meet it.
Life is a duty, complete it.
Life is a game, play it.
Life is a promise, fulfill it.
Life is sorrow, overcome it.
Life is a song, sing it.
Life is a struggle, accept it.
Life is a tragedy, confront it.
Life is an adventure, dare it.
Life is luck, make it.
Life is too precious, do not destroy it.
Life is life, fight for it.
(Mother Teresa)
We must be ready!