Kamis, 31 Maret 2011

Maju Tak Gentar

Kita ini berbeda dari kalian semua.
Kita senantiasa mengingat apa yang terjadi di masa lalu,
untuk dijadikan pelajaran di waktu yang akan datang.
Tidak seperti kalian,
yang selalu berusaha untuk melupakan masa lalu,
dan tidak pernah belajar dari situ.

Kita hidup sesuai dengan keinginan kita.
Tidak sebebas kalian,
tapi biarpun begitu, kita lebih bahagia dari kalian.

Kita tidak mengatur yang lain
Kita menjadi anak-anak, remaja, ataupun dewasa
sesuai dengan keadaan dan keinginan kita.

Kita tidak merendahkan yang lain.
Kita sendiri rajin merendahkan diri, dan saling memotivasi.

Kita punya cara kita sendiri.
Kita tidak perlu meniru orang lain
untuk menjadi lebih baik
dari yang lainnya.

Kita belajar, kita menangis,
dan kita tertawa dalam kebersamaan,
dalam satu kesatuan yang utuh.

Awalnya kita marah,
namun kemudian kita merasa iba.
Sayang sekali, kalian tidak bisa
berusaha untuk menjadi yang lebih baik daripada kita,
tetapi usaha kalian adalah menjatuhkan kita.
Dan itu adalah sebuah tindakan yang dilakukan oleh para PECUNDANG.

Jadi silakan bergembira, meskipun kita semua tahu
kalian belum menang,
dan tidak akan menang dengan cara seperti itu.


TENTU, KITA BERBEDA DARI KALIAN. DAN KITA TIDAK AKAN MENYELESAIKAN MASALAH DENGAN CARA SEPERTI ITU.


They will not force us
They will stop degrading us
They will not control us
We will be victorious! 

(Muse - Uprising)



Jumat, 25 Maret 2011

Balada Lapak DVD

Kita bisa memaklumi, mbak-mbak yang jualan di lapak DVD nggak tau film. Jelas sih, mereka tau Avatar, Harpot, Betmen, King's Speech, dkk macem itu. Sayangnya, mereka nggak tau film-film macem Babel, Seven, apalagi Shawshank Redemption. Jelas aja mereka nggak tau Dark Knight, tapi taunya betmen. Jadi, kalau mau dapetin film yang diinginkan, sebaiknya cari sendiri diantara jejeran DVD" bajakan tersebut dengan sabar dan telaten.

Teteup, harap maklum.

Jadi ngakak inget pertama kali ke lapak :

Mbak-Mbak Lapak DVD (MMLD): Mbak, masang behel kayak gitu berapaan ya mbak?
Me (lagi asik ngobrak-abrik deretan DVD, langsung ngelirik siapa yang nanya. SHOCK. Giginya MMLD (maaf) agak maju): Emm... Waktu itu aku masang sih 3,5 juta.
MMLD (pasang muka polos) : Ooh.. masang di mana itu mbak?
Me *gue suka pertanyaan ini* : Di Puskesmas Depok sana, deket Ring Road. Tapi sekarang dokternya sih udah pindah gitu, nggak disitu lagi. Dia buka klinik sendiri.
Mbak : ooh... gitu ya mbak. Waktu itu saya juga nanya di FKG UGM harganya juga 3,5 juta. Masih sembari ngobrak-abrik isi lapak, emm... aku nggak berani jawab. Pengen banget bilang, "Mbak, yang di FKG UGM itu, 3,5 juta itu yang bikin Mahasiswanya yang masih pada belajar. Kalo di puskesmas dulu itu, 3,5 juta udah sama dokter spesialis. Ntar kalo gigi mbak tambah 'kabur' gimana?"

Nggak deh nggak. Jahatnya diriku.

Ini kali kedua ke lapak DVD. Beda tempat. Dan syukurlah mbaknya lebih ayu dari yang sebelumnya.

Me (lagi ngebet banget liat Babel) : Mbak, Babel ada? (aku sadar dan langsung kepikir, "pertanyaan bodoh, pertanyaan bodoh. Ngapain kamu nanya kayak gitu??")
MMLD : Apa mbak?
Me : Babel. B-A-B-E-L (Bener kan? itu tadi pertanyaan yang bego banget. Kenapa terlintas olehku untuk bertanya tentang film semacam itu? bego)
MMLD (masih menggunakan tampang bingung) : Apa mbak?
Me (gilak. capek bener gue. Menghela napas sejenak.) : B-A-B-E-L. Brad Pitt! Brad Pitt!
MMLD (nyari-nyari) : Nggak ada mbak.
Me (Yeah, fine. Let me see it myself. Oh, benar. Nihil.) : oh, ya udah deh (lanjut nyari)

Dan siang tadi, dari sekolah abis uprak, nggak bisa langsung ke lapak. Soalnya udah tempatnya di kanan jalan, sulit parkir mobil (Mama jemput pake mobil), dan pasti aku lama milih-milihnya (karena sudah tau mbaknya nggak akan ngarti apa yang aku omongin). Jadi, daripada denger mama mencak-mencak, diputuskan untuk pergi naik motor dianter si mbak yang bantu-bantu mama di rumah. TKP di lapak yang pertama.

Me : Mbak, Batman ada? (udah mikir, "Ah, lo pasti tau ini film apaan, kan?")
(Mbaknya langsung nyari di bagian film action sama superhero-superheroan. Lamaa pisan. Sementara aku dengan sigapnya langsung ngambil Hereafter, Jerry Maguire, 127 Hours, sama Seven)
Me : Mbak, coba yang ini mbak. (nyodorin ketiga-tiganya)

Satu persatu film disetel, mulai dari
--> Hereafter. Beuh, yang ini subtitle bahasa indonesianya ancur banget, diartiin per kata kali ya. Tapi tak apalah, daripada nyewa juga si Mumbul ngopi dari DVD. Sami mawon. minimal ada subtitle inggrisnya dan gambarnya udah DVDRip. Ambil!
--> Jerry Maguire. Seingetku waktu pertama kali ke lapak nyobain film ini, subtitlenya Malaysia, China, Jepang, dan aku nggak yakin inggris ada. Tapi karena tumben sekarang banyak stok, kuambil saja. Waktu dicoba, subtitlenya ada pilihan Indonesianya. Ambil!
-->127 Hours. Subtitle-nya adanya Malaysia, China, dkk. Plis, jangan Malaysia. Mending inggris daripada Malaysia, apalagi buat film yang jarang ada dialog kayak film ini.  Si Mbak fast-forward-in biar aku puas liat gambarnya. Yang kucari subtitle, sebenarnya. Udah sampe chapter berapa dicepetin, suara orang ngomong nggak muncul-muncul. Aku cuma bisa menghela napas. Ayolah mbak, untuk 127 Hours, dialog itu adanya di awal sama akhir film (Ya, saya udah nonton) yang di tengah mah cuma ngigau-ngigau-dehidrasi Aron Ralstonnnya doang.

Me (dengan gaya yang cool, bukan sok cool) : Mbak, coba deh dimundurin.
MMLD : Gimana mbak?
Me : Mundurin. Dari awal. Saya mau liat subtitlenya.
(MMLD rewind filmnya dari awal. Dan ternyata subtitlenya Malaysia. Nggak jadi beli)

Aku mulai nyari lagi. Kukira si Mbak udah nemu Betmen,
MMLD : Yang ini bukan, Mbak?

*gue paling suka bagian ini* Dan ternyata si Mbak Lapak memberi saya BATMAN 2 1/2. BETMEN DUA SETENGAH *Yihaaa!!*. Oh, Mbak lapak. Itu lucu sekali. Sayang aku tak berani ngakak di depan wajahmu. Dan aku udah males nyari Dark Knight. Seven ambil saja!

Sampe rumah liat Jerry Maguire, langsung ngerasa janggal dengan subtitle yang (ngakunya) Indonesia. Rada ancur gitu tata bahasanya. Yes, Sir. Shit Happens. Yang saya dapatkan adalah Jerry Maguire bersubtitle MALAYSIA.

Oh, Mbak lapak. Itu lucu sekali.

Semoga saat ini bisa beruntung liat Hereafter. Good luck for me.

Teteup, teman-teman. pesan moral yang kalian dapatkan dari cerita ini adalah :
1. Harap memaklumi Mbak-mbak lapak DVD. Mereka beda sama mas-mas rental film (di tempatku ngerental) yang tau banget soal film.
2. Jangan melontarkan pertanyaan-pertanyaan bodoh, apalagi yang bisa merendahkan si mbaknya.
3. Tetap sabar dan telaten dalam menghadapi segala situasi. Boleh lah, hela napas sejenak.

Sabtu, 05 Maret 2011

Kau Tahu Akan Hal Itu?

Kau tahu, apa yang membuatmu kalah? TAKUT, itu hal terbesar yang membuatmu kalah. Kalau kau berani, kau tahu apa yang harus kau lakukan untuk bisa menang tanpa harus curang.

Kau tahu, apa yang menjadikanmu lemah? Karena kau TIDAK PERNAH MERASAKAN DERITA. Karena pada dasarnya setiap derita mengajarkan kita untuk menjadi lebih kuat satu tingkat dibanding sebelumnya.


Kau tahu, apa yang membuatmu bahagia? Karena kau telah MENGAMBIL PILIHAN YANG TEPAT. Seperti yang ada hampir di setiap film, pilihan yang tepat selalu membawa kebahagiaan.

Kau tahu, apa yang membuatmu tetap hidup? Karena kau KUAT. Kalau kau lemah, kau akan bunuh diri kalau diputus pacar. Konyol.

Jumat, 25 Februari 2011

Kenapa Cinta

Annisa: "Kenapa Allah nyiptain kita beda-beda, kalau Allah cuma pengen disembah dengan satu cara?"
Cina: "Makanya, Allah nyiptain CINTA, biar beda-beda, bisa nyatu. "

cin(T)a

Minggu, 20 Februari 2011

Kepada Rima II

Kepada bedil yang teracung di kepalaku

kepada adil yang aku dan kau cari

dan kepada pupil, yang semakin mengecil setiap menatap matahari.


Kepada gulita yang menghalangi pandanganku

kepada cinta yang kau berikan padaku

dan kepada cerita, yang kita rangkai bersama.


Kepada bahaya yang mengancam kita

kepada percaya yang ada di hati kita

dan kepada cahaya, yang aku dan kau tuju.


Kepada frasa yang keluar dari mulutmu

kepada rasa yang begitu kuatnya

dan kepada asa, satu-satunya hal yang dapat membawaku padamu.


Kepada polusi yang menyesakkan dunia

kepada imajinasi yang tak ada habisnya

dan kepada kreasi, yang selalu ingin kita wujudkan.


Kepada pahit yang tak jarang kita rasakan

kepada sakit yang tekun menjatuhkan kita

dan kepada bangkit, yang menuntun kita untuk mencetak sejarah.


Kepada ceria yang kaubawa

kepada dunia yang ingin aku dan kau obati

dan kepada usia, yang mulai menggerogoti raga kita.


Kepada rima yang menyusun cerita ini

kepada semi yang selalu aku dan kau nanti

dan hanya kepadamu, aku pasti akan kembali.

Jumat, 18 Februari 2011

Hope, Struggle, Triumph Part 4 : People

“We must learn our limits. We are all something, but none of us are everything.”
Blaise Pascal.
Tidak ada yang namanya orang biasa. Tidak ada yang bukan siapa-siapa.
Ada yang menjadi manusia pertama di dunia,
Ada yang menemukan api,
Ada yang memelopori berdirinya Tembok Cina,
Ada yang menghancurkan kerajaan Majapahit,
Ada yang mendirikan partai buruh bernama Nazi,
Ada yang memproklamirkan kemerdekaan Indonesia,
Ada yang membunuh John Lennon,
Ada yang menjadi salah satu orang paling berpengaruh di dunia,
Ada yang mendapat hadiah Nobel,
Ada yang –tidak terlalu spesial memang—menjadi pengawal seorang Justin Bieber.
Lalu siapa kita? bukankah tiap-tiap dari kita adalah seseorang yang akan memberi perubahan pada diri sendiri, keluarga, agama, bangsa, negara, dan dunia? Tapi tentu saja, tidak ada seorangpun yang menjadi somebody tanpa ada satupun orang yang mengenalnya. Manusia kan, tidak bisa hidup sendiri.

"Kami menggoyangkan langit, menggempakan darat, dan menggelorakan samudera agar tidak jadi bangsa yang hidup hanya dari 2 ½ sen sehari. Bangsa yang kerja keras, bukan bangsa tempe, bukan bangsa kuli. Bangsa yang rela menderita demi pembelian cita-cita." –Soekarno

Rabu, 02 Februari 2011

Jauh Sekali

Someday on a planet called Earth...

Ms. X: siang Mbak Chika... apa kabar???
Me: siang Ms. X, baik baik. ada apa, kok tumben dateng ke sini?
Ms. X: aku mau tanya-tanya soal blog mu boleh kan, untuk rubrik "ORANG GILA" di majalah *peep peep peep*
Me: asal nantinya aku bisa terkenal, boleh deh *terkenal sebagai orang gila?*

Ms.X: (nyiapin notes, pulpen, dan recorder) oke, mbak. aku mau tanya nih. kan blog mbak sekarang udah terkenal banget nih, boleh tau nggak sih udah ada berapa followersnya?
Me: hoho.. bisa aja deh kamu dek. jadi malu. sejauh ini sih... TIGA. *3 orang yang malang*
Ms.X: whoaa... that's amazing. gila keren banget, blog ku aja followers nya cuma 457, kok mbak bisa 3 followers gitu sih?! (mata berbinar)
Me: itu nggak gampang, sebenarnya. banyak jatuh bangun yang kuhadapi selama ini. (berkaca-kaca)
Ms.X: aduh, nggak usah berkaca-kaca gitu deh, mbak, aku jadi ikutan nangis kan. hiks hiks (sesenggukan). jatuh bangun gimana sih, mbak?
Me: iya, dari semua postinganku, yang ngasih komentar cuma 1 awalnya, terus jadi 7 paling banyak. *yang komen juga orang yang sama*
Ms.X: waw... aku aja satu postingan cuma dapet paling banyak 120 komen, tiap menit adaa aja komennya, jadi capek. kalo mbak gitu kan enak, komennya dikit, nggak ribet ngurusnya. emang apa sih yang bikin mbak termotivasi buat bikin blog?
Me: actually... nggak tau. entah kenapa tanganku udah bergerak sendiri dan jadilah blog ini. mungkin semacam gangguan syaraf, soalnya sampe sekarang tanganku nggak brenti getar kayak tangannya Hitler. tapi syukurlah tangan ini yang membawa berkah sampai sejauh ini.
Ms.X: keren banget, gara-gara gangguan syaraf, hingga kini followers blognya mbak Chika ada 3?? amazing bangget deh *dobel g* kalo boleh tau nih, pernah ganti nama website nggak sih, selma ini?
Me: kalo itu sih jelas pernah. soalnya aku nggak pernah suka sama nama bikinanku. dulu cuma farizkarubiana, tapi jelek, trus diganti agirlwholovescamera, tapi susah diapalin. trus ganti jadi chikafortheworld, tapi kayak orang alay dan kayak hero gitu namanya, ya udah deh, namanya kuganti jadi chikavstheworld, biar ada 'villain-touch'-nya. mungkin kapan-kapan ganti lagi. *pertanda plin-plan*
Ms.X: waaw... aku aja nggak pernah ganti, biar orang lain gampang nge-search blogku. pantesan followersnya cuma 3. harus dijadiin contoh nih.
Me: contoh? ya ampun, dek, kayak apa aja blog-ku ini. hohohoho
Ms.X: awalnya, di pikiran mbak nih, ya. awalnya mau diisi apa sih, blog ini?
Me: awalnya sih mau ngikutin Raditya Dika gitu, banyolan-banyolan dst. tapi kok kayaknya blog-ku ini jadi garing banget gitu. ya udah deh, kuisi dengan yang beginian. kalo orang ngomongin fashion, ngomongin film, ngomongin keseharian dia *who cares? like you're a president or something?*
Ms.X: pantesan blognya mbak nggak laku ya. bener juga tuh. *jitak aja ni* yayaya... makasih ya mbak ya, udah jam segini nih, udah jadwalnya aku balesin komen-komen yang masuk ke blog. minggu depan majalahnya aku kasih ke mbaknya deh, biar mbak sendiri yang liat. makasih ya mbak ya (tersenyum manis)
Me: oke oke. makasih juga ya dek (tersenyum, tapi mungkin lebih mirip orang nangis abis nelen batang pohon)
Ms.X: itu foto apaan, mbak? lampu? yang gituan ngapain difoto mbak, aneh-aneh aja deh
Me: ehehe (di lubuk hati yang nggak begitu dalam: @#$$%^%&*+>=<)


Seminggu kemudian...

Ms.X: nih mbak majalahnyaa, tak tunjukin ya yang mana yang ada mbaknya
Me: (sumringah)
Ms.X: (berbinar-binar) niihh!!
Me: ...
Ms.X: kok diem aja? keren nggak nih?
Me: keren...bangget...ehe...

--THE END--
oke, saya ngaku. dari kertas majalah seukuran buku tulis panjang, rubrik ORANG GILA dimuat 1 lembar penuh dan berhadapan, dengan tulisan judul "Mbak Chika, orang gila dengan 3 followers dan sejuta lampu". oke, aku bakal terkenal banget nih.

how pathetic (=___=")