Sabtu, 01 Desember 2012

Jangan Lupa





from http://www.phogropathy.com/dont-forget-the-little-things/

Orang-orang ini membuatku bingung.
Bingung antara memasukkan mereka ke dalam gabungan orang-orang yang paling berintegtritas, atau yang tidak punya sama sekali.
Dunia ternyata sudah segila ini.
Sedangkan kita begitu mudah dibuat lupa di zaman gila ini.
Lupa akan hal-hal kecil yang membuat dunia tetap menyala dan berputar pada sumbunya.
Bukan uang, tapi ciptaan-Nya.
Yang bergerak beriringan bersama zaman. Bersama kita.
Yang mereka tahu, menjaga keseimbangan kini begitu berat terasa.

Senin, 18 Juni 2012

Kau Pikir Begitu?

 http://favim.com/image/120226/ 

Aku mungkin berbicara subjektif dengan kata ganti 'Kami'. Tapi ya,
Kami tidak butuh mereka yang hanya melihat ke atas, atau yang hanya melihat lurus, atau yang hanya melihat ke depan. Kami butuh pejuang-pejuang yang punya pandangan seluas alam raya.
Jangan anggap dirimu begitu tahu tentang kami, sehingga dengan percaya dirimu yang tinggi kau menyebut-nyebut dirimu sebagai kami. 
Ya, aku tahu kau sudah begitu banyak mendapat informasi. Tapi kau belum pernah merasakannya sendiri, kan?

Maka kau belum tahu apa-apa.

Senin, 05 Maret 2012

Gemetar

Let's Get Lost by Hengki Koentjoro
Tidakkah kau mulai gemetar?
melihat hidupmu tak terkontrol berputar
menyapu dunia hingga hilang latar
Mungkin kau tak gentar
tapi kau tak punya waktu bahkan sebentar

Tidakkah kau mulai gusar?
melihat dirimu yang bukan makin berpendar,
tetapi makin memudar
hingga gelap yang menutupi kian membesar

Tidakkah takutmu makin jelas terpancar?
saat ingat dirimu tak mungkin lagi keluar
bahkan sekuat apapun teriakanmu berkoar,
sekitar tak ada yang mendengar.

Dan di sana tak akan kaulihat sinar,
seberapapun kau membuka matamu lebar
karena semua gelap sudah rata tersebar
dan segenap nyawamu sudah penuh belukar,
kegelapan yang mengakar

: yang merenggut seutuhnya dirimu, tak berkisar,
pun tak berdasar.

Rabu, 16 November 2011

Eksekusi

Purnama pergi pagi pecah
Bintang bubar burung bebas
Memori bungkam mata bias
Kepala tunduk kaki tekuk

Kemudian mati.

Senin, 26 September 2011

Mata

photo by The Whistleblower
Apalah yang bisa dilihat oleh matamu,
disamping terang dan gelap dunia.

Apalah yang tiada bisa tampak di matamu,
selain bising dan sunyi dunia.

Apalah yang bisa diraih matamu,
disamping kejayaan dan kejatuhan dunia.

Apalah yang tiada bisa direngkuh matamu,
selain perdamaian dan kehancuran dunia.

Apalah yang bisa diubah matamu,
disamping kegembiraan dan kejam dunia.

Apalah lagi yang tiada bisa diperbaiki matamu,
selain tawa dan tangis dunia?

: Biarkan matamu itu bicara,
dan ijinkan aku untuk mendengar setiap inci huruf-hurufnya.
Lalu akan kubawa matamu pergi,
untuk melihat
merasa
mendengar
mencecap
meraba
dan mengubah segalanya.

Selasa, 13 September 2011

Setengah Sadar (?)

Caring Hands by Martien Van Asseldonk
Yang sobek, hancur, dan terburai di atas api.
Yang terlanjur bahagia, karena sudah melekat dalam rengkuh ego.
Atau yang melayang-layang, terbang tak tentu, berserah ke mana angin akan membawamu pergi.

Yang terpaku, menjadi patung.
Yang terbakar terlalu panas hingga meleleh di tempat.
Atau yang terpanggil oleh Alam untuk tetap membopong masa depan.

Yang masih lelap bermimpi bersama cintanya.
Yang baru saja tertepuk pundaknya, dan matanya baru membuka. Sedikit, mungkin.
Atau yang sudah berlari duluan, meninggalkan yang lain.

Yang manakah dirimu?

Kita butuh
tanggung jawab, konsekuensi, prioritas, kepastian,
dan konklusi. Kesimpulan.

Dan sekali lagi aku bertanya padamu,
menunjuk di depan keningmu yang panas terbakar
bersamaan dengan tajam kilat pupilmu
dan segenap kekuatan yang bertumpu pada kepalan tanganmu.

YANG MANAKAH DIRIMU?

Tentang Padmanaba 69


Adaptasi itu bukan berarti kita ikut menjadi gelap ketika sekitar kita mulai gelap. Sudah tugas kita untuk menjadi cahaya di situ, yang menerangkan gelap, membagi energi, membawa keceriaan, membakar semangat, dan mengajak untuk bersama-sama berlari menuju harapan, hingga semua mendapatkan percik sinarnya.


KITA PASTI BISA SURVIVE, TEMAN-TEMAN!